Makanan Ekstrim!!

Tanpa disadari, alam telah begitu banyak memberi manfaat buat kita. Bahkan, dengan caranya yang tak lazim.

Ketika usia masih belasan tahun, tubuh saya tergolong rentan sakit. Capek sedikit, sakit. Debu sedikit, pilek. Sempat dua tahun, saya alergi dan batuk tidak sembuh-sembuh. Karena itu, saya jadi sering sekali menginap di rumah sakit.

Untuk mengatasinya, saya mencoba beberapa makanan tak lazim yang dipercaya manjur sebagai obat, serta minim efek samping. Siapa tahu, kamu mau mencoba. Hehe :)

1. Sarang semut

Image

Sarang semut (myrmecodia pendans) adalah tanaman yang sering digunakan semut sebagai tempat bersarang. Belakangan ini, sarang semut cukup populer digunakan untuk obat anti kanker, jantung, dan tumor. Obat dari Papua ini dipercaya mengandung antioksidan, polifenol, dan glikosida yang bisa memberi kekebalan tubuh.

Bahkan, untuk penderita diabetes, sarang semut cukup bagus untuk dicoba. Konon, kandungan zat yang dihasilkan semut akan menetralisir kadar gula dalam darah.

Waktu itu, sarang semut masih sangat langka. Mama saya harus membayar cukup mahal untuk mendapatkan satu sarang semut yang besar. Bentuknya sudah menjadi serbuk, lalu diseduh dengan air panas. Airnya harus langsung diminum secara rutin. Rasanya? Seperti kayu rebus!! Mungkin karena baunya, bau kayu, tetapi rasanya tidak aneh kok. Setelah terapi sarang semut beberapa kali, memang badan terasa lebih fit dan segar.

2. Ulat Turi

Image

Kamu sakit gigi? Coba makan ulat turi goreng. Hehe. Saya pernah. Waktu itu, saya sedang liburan ke rumah nenek di Purworejo, Jawa Tengah. Tiba-tiba, pipi saya bengkak. Besar banget! Saya nggak tahu, bengkak itu karena sakit gigi atau gondongan (virus yang menyerang kelenjar ludah dan membuat bengkak di bawah telinga). Karena makin parah, warga kampung menyarankan untuk mencari ulat pohon turi.

Ulat pohon turi bentuknya menjijikkan sih kalau buat saya (lihat gambar). Ulat itu dipercaya warga setempat bisa menyembuhkan sakit gigi. Tetapi memang belum ada riset ilmiah yang membuktikan manfaat ulat turi. Yang jelas, ulat ini mengandung banyak protein dan tidak beracun. Jadi cukup aman dikonsumsi.

Saya kasih tau ya. Orang bilang rasanya enak dan gurih. Tapi saya langsung muntah abis makan ulat itu. Baunya ituloh. Iyuuuh.. Tapi percaya nggak percaya, setelah dipaksa makan satu, bengkak saya langsung sembuh. HAHAHA.

2. Darah, Empedu, dan Daging Ular Cobra

Darah dan empedu ular

Darah dan empedu ular

Saya kena cacar untuk kedua kalinya! Uh, nggak ada yang lebih mengesalkan ketika wajah dan seluruh tubuh harus jadi buruk karena bekas cacar. Nah, darah dan empedu ular, dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit, asma, dan beberapa penyakit lain.

Di Pasar Lama, Tangerang, berjejer warung tenda yang menjual darah ular. Saya pun tertarik mencobanya. Dari semuanya, inilah makanan paling ekstrim yang pernah saya coba. Hehe. Satu gelas kecil darah ular dihargai Rp 60.000. Satu gelas = satu ekor ular.

Cara penyajiannya juga ekstrim. Ular cobra hidup langsung dibunuh di tempat dan darahnya langsung dituang ke dalam gelas. Lalu, penjual mencampurkan arak dan madu. Tak lupa, potongan empedu ular ditambahkan ke dalam gelas itu.

Rasanya? ah, jangan tanya rasanya. Nggak akan bisa lupa! Rasanya kelat dan kental. Tubuh langsung panas seperti habis minum vodka. Hehehe. Tetapi tak perlu khawatir akan baunya. Tidak amis karena sudah dicampur arak dan madu. Waktu saya datang, beberapa anak remaja perempuan dan ibu-ibu juga banyak yang mencoba.

Nah, setelah minum darahnya, makan dagingnya juga asik. Daging ular tidak seempuk daging sapi, namun rasanya tidak aneh. Biasanya daging ular kerap dibuat sate atau sop. Per porsinya Rp 10.000. Daging ular tidak banyak lemak, jadi bagi saya sih cukup enak.

3. Sop dan Sate Biawak

Sop Biawak

Sop Biawak

Di tempat sate ular, juga disediakan sop biawak. Ini favorit deh! Daging biawak rasanya tak jauh beda dari daging sapi biasa tetapi lebih berserat. Wah, sopnya dibuat dengan enak sekali. Sama seperti ular, biawak juga dipercaya memiliki banyak manfaat seperti menghangatkan tubuh dan menyembuhkan asma. Selain enak dibuat sop, biawak juga enak dibuat sate. Coba deh. :)

4. Daun Sirih dan Bawang Putih

daun sirih

Nah, kalau suka batuk, daun sirih dan bawang putih dipercaya sebagai obat yang cukup ampuh untuk mengatasinya. Daun sirih mengandung minyak atsiri dan kavikol yang bisa mematikan kuman. Daun sirih cukup direbus lalu diminum airnya. Batuk langsung sembuh. Rasanya kelat dan sedikit pahit. Dan baunya tentu tidak enak. Makanya, siapkan air putih yang banyak setelah minum air rebusan daun sirih. Oh iya, air rebusan daun sirih juga cocok untuk membersihkan miss V perempuan loh untuk menghindari keputihan. Daripada beli sabun sirih yang berbahan kimia, lebih baik cara alami kan? :p

Nah, kalau bawang putih, biasanya harus dimakan langsung. Tetapi, saya nggak suka bawang putih. Jadi cara mengakalinya, belilah kapsul obat kosong. Cincang bawang putih dan masukkan ke dalam kapsul, lalu diminum seperti minum obat biasa. Hehehe. Bawang putih juga terkenal sebagai anti kanker loh. Hmmm..syukurlah, sekarang saya sudah nggak sakit-sakitan lagi. Bahkan, saya dinyatakan sudah sembuh total dari alergi dan asma :)

Nah, gimana, sudah cukup ekstrim belum?

Kamu tertarik mencoba yang mana? :)

 

[disclaimer: Mohon maaf atas keterbatasan riset ilmiah dalam artikel ini. Semuanya murni pengalaman pribadi. Yang dianggap baik boleh dicontoh, yang tidak baik diabaikan saja. hehehe]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s