Tanya Kepada Hujan

Tidak ada percakapan mesra seperti biasa
Hanya deru motor bercampur guyuran hujan di malam hari
Semua bagaikan dedaunan yang mulai risau karena lapuk dimakan usia
Pasrah bergelayut di ranting yang lemah
Hingga akhirnya daun itu jatuh ke bebatuan, diinjak, lalu mati

Hidup terkadang begitu menyenangkan
Ketika klorofilmu masih melekat, mentari akan datang dengan sinarnya yang gagah…

Namun aku telah berfotosintesis tanpa klorofil

Akulah alga

Bakteri

yang hanya butuh air..

air…

hujan…

dan saat ini kami terjebak dalam hujan
Dalam diam
Merenungi diri..
Mungkin bertanya-tanya dalam hati..
Bagaimana kelanjutannya nanti?

dalam diam

dalam hujan

motor itu juga mungkin bosan..
derunya melembut.. tak segarang biasanya

Kami mulai bertanya,

Tuhan, adakah jalan?

Ah…
Aku cinta dia

itu saja

 
Gedung DPR RI, 16 Maret 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s