Saudara :)

Seorang sahabat menaruh kasih sepanjang waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran (Amsal 17:17)

Saya tidak ingin lagi menyebutnya kawan. Saya lebih suka menganggapnya saudara, melebihi sahabat. Ah, entahlah.

Persahabatan kami sebetulnya sangat sederhana.  Bertatap muka hanya beberapa kali dalam setahun belakangan ini. Berbicara pun tidak banyak. Sesekali cuma mengirimkan pesan singkat sekedar menanyakan kabar atau hanya mengucapkan, “Selamat tidur kawan, keep rawk on you!”. Kuantitas obrolan kami memang tidak sebanding dengan kualitasnya. Meski jarang bertemu,  kami suka membicarakan masa depan dan banyak bercerita soal mimpi yang seringkali terlupakan.

Pernah suatu ketika, di saat saya sudah tidak ada daya meminta bantuan siapapun, dia datang dengan cuma-cuma, tanpa mengharapkan imbalan traktiran martabak atau nasi goreng. Menangis sejadi-jadinya di depan dia dan sebotol akua adalah hal biasa.

Semoga suatu saat saya bisa membalas kebaikan hatinya.🙂

teruntuk:

Ardi Praseno, saudara yang memberi terang di saat gelap datang, yang ada di tiap kesukaran.

Keep rawk on you sobat. (Eh, aku udah baikan lagi loh sama dia, berkat lo, di. Hahaha😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s