Santa Agata, Perawan dan Martir

Ketika berumur tepat satu tahun, saya dibabtis sebagai seorang Katolik. Pastur memberi saya nama babtis, Agata. Nama itu diletakkan di depan nama Narita yang diberikan kedua orang tua saya. Nama itu melindungi saya dan mengingatkan saya atas janji babtis yang selalu diucapkan tiap malam Paskah datang.

Siapakah Santa Agata? (Ensiklopedi Santo-Santa)

Santa Agata adalah Perawan dan Martir. Hidup pada pertengahan abad ketiga di Italia Selatan. Agata adalah puteri seorang bangsawan kaya yang berkuasa di Palermo atau Catania, Sisilia. Parasnya sangat cantik. Namun penderitaannya sebagai seorang martir terjadi pada masa pemerintahan kaisar Decius (249-251), karena menolak lamaran Quintianus, Gubernur Provinsi Sisilia, Kerajaan Romawi. Ia menolak lamaran itu karena ia telah berjanji untuk tetap hidup suci di hadapan Tuhan.

Akibatnya ia ditangkap dan dipenjarakan dengan maksud untuk mencemari kesuciannya. Semua usaha picik itu sia-sia belaka. Dengan bantuan rahmat Tuhan, Agata tetap menunjukkan dirinya sebagai mempelai Kristus yang teguh dan suci murni. Quintianus semakin berang dan terus menyiksa Agata hingga mati. Agata menghadapi ajalnya dengan perkasa dan menerima mahkota keperawanan dan kemartirannya pada tahun 250.

Santa Agata, telah mengajarkan saya banyak hal. Untuk tetap teguh pada prinsipnya dan percaya bahwa dengan menyerahkan diri seutuhnya pada Tuhan, kebahagiaan kekal akan didapatkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s