A Quarter Life Crisis

Being twenty-something is not easy! Yessss It’s true!! Apalagi untuk wanita.

Belum lama ini, saya dan geng gengges bertemu dalam sebuah acara ulang tahun anak teman kami. (soal siapa geng gengges ini, akan saya ceritakan dalam satu postingan baru ya. heheu). Dari situ, terjadilah sebuah kegiatan yang biasa dilakukan ibu-ibu arisan: CURHAT

Kami bersembilan. Satu sudah menikah dan punya anak lucu, empat akan segera menikah, satu baru pacaran, dan tiga lagi memilih untuk menjalani karir dengan bahagia tanpa pasangan. (baca: single). Yak. Hmm. Oke… Fine! Termasuk saya. Hih!!

Nah, terjadilah pergulatan batin antara tiga orang wanita gegalauan ini.
“AKKKKK. Tahun ini umur kita 24. DUA EMPAT brooooo”
“So what?” ujar saya kalem.
“Gue target nikah umur 25 meennn. Mundur deh jadi 26-27. Akk.. Semua udah meritt. Kacoo nih.”

Hmmm..untungnya saya itu anaknya selow yah. Jadi cuman cekakak-cekikik aja liat mereka galau. Hahaha *alibi*

Dengan gaya cool, sambil merentangkan tangan dan berwajah bijak, saya pun berkata:
Congrats Guys! You’re officially having a Quarter-Life Crisis!!”

What is Quarter Life Crisis?

Dari beberapa artikel yang saya baca, memang ada masa psikologis di mana seorang wanita menghadapi kekhawatiran berlebihan akan hidupnya. Hal ini menyangkut umur. Biasanya, fase ini terjadi di antara umur mid 20 hingga 30-an. Fase panik ini bukan hanya terjadi dalam hubungan lawan jenis semata. Tetapi juga menyangkut soal pekerjaan, passion, dan cita-cita.

Beberapa orang mungkin sudah nyaman karena memiliki calon pasangan hidup, pekerjaan yang mapan dan sesuai keinginan. Mereka siap membangun keluarga yang utuh dan sehat pada waktu yang diinginkan.

Namun, ada pula yang mengkhawatirkan soal pekerjaannya. Misal sudah dua tahun bekerja, tetapi belum juga bisa menabung untuk beli rumah. Atau bahkan ada yang terjebak pada pekerjaan yang mengesalkan, yang tidak sesuai passion. Pokoknya, you feel doubtful lah. Fase ini membuat kaum perempuan mengingat masa-masa kejayaan di bangku kuliah. Bukannya berpikiran ke depan, fase ini malah akan menghantarkan perempuan untuk mengulang ingatannya di masa lalu.

Kesepian, merasa terjebak dalam pekerjaan membosankan, takut akan masa depan, dan melihat seolah semua orang melakukan hal yang lebih baik dari kita, merupakan salah satu ciri-ciri Quarter Life Crisis. (coba baca di sini)

Saya sendiri..hmm..merasa masuk dalam fase ini karena beberapa goal yang saya ciptakan belum terpenuhi. Ketika teman lain sudah melanjutkan studinya dan mencari beasiswa, saya belum melangkah. Saat teman lain sudah siap berinvestasi, saya masih sibuk mencari informasi. Yang lain sudah berpasangan, saya masih nyaman sendiri. Saya lupa mengejar target-target itu. Akhirnya ZONK!! masuklah saya dalam fase kekhawatiran ini.

Akhirnya saya menarik kesimpulan, fase ini terjadi karena ada perbandingan yang kita ciptakan sendiri. Karena pencapaian kita harus selalu dibandingkan dengan pencapaian orang lain. Padahal hal itu TIDAK semuanya benar.

Nah, dari hasil diskusi saya and the geng selama dua hari dua malam tanpa makan dan tidur, ditarik kesimpulan bahwa: Kebanyakan wanita memang akan mengalami fase Quarter Life Crisis. Itu Lazim. Namun, ada cara untuk SURVIVE! Dan semua wanita harus bisa melewatinya.

Image

Berikut kesimpulannya: *cailah*

How to Survive

Jangan terlalu keras membandingkan hidup kita dengan orang lain. Ini penting. Agar kita tak terlalu menekan diri sendiri dan menjadi stres. Cukup pikirkanlah kembali target-target awal kita, dan tata ulang dengan rapi.

Stephen Covey, salah satu penulis favorit saya, yang menulis Seven Habits Of Highly Effective People, pernah bilang, paling tidak ada empat anugerah Tuhan yang diberikan pada manusia yakni kesadaran diri, imajinasi, nurani, dan kehendak bebas.

Keempatnya ini memampukan kita memilih untuk bertingkah positif semenjak dalam pikiran. Sekarang saya and the gang ga mau sibuk mikirin argumen orang lain yang membuat stress ah.

MOVE ON. Ini juga jadi kesimpulan penting. Soalnya, siapa sih yang mau terus terjebak di masa lalu. Kita harus bergerak maju dan mencapai cita-cita kita. Begitupula dalam hubungan pacaran misalnya.

“Oke gengs, gue mau lupain dia. Hih. Dia mikirin gue juga enggak. Gue bakal fokus kejar apa yang ada di depan,” begitulah teriakan salah satu teman saya yang agak centil dan sedang berusaha move on. Seperti biasa, saya sih cool banget nanggepinnya. Cuman manggut-manggut ajah. hahahaha

Buat Keputusan. Ini juga penting. Soalnya, menurut analisa saya, kebanyakan cewek seumuran saya sering maju mundur dalam mengambil keputusan penting. Misal soal kerjaan. Kalau ga cocok, ya caw aja. Cari yang lain. Berani keluar dari kotak nyaman. Yak. Harus lebih berani lagi.

Hmm..sebagai penutup, saya inget pernah baca bukunya Andhyka Sedyawan dalam Amazing You. Andhyka adalah seorang dokter, jadi dia menggunakan pendekatan ilmiah dalam memotivasi orang lain.

Nah, dia bilang, You Are What You Think. Jadi kalau kita selalu merasa diri kita buruk, kita akan terjebak dalam arus yang salah. Dia memaparkan tentang Amazing Self Talk. Jadi, mekanisme berbicara verbal (atau berbicara dalam hati) kepada diri sendiri bakal mempengaruhi pikiran dan perilaku kita.

Misalnya kalau kita lagi galau begini, cenderung akan bilang. “Ih goblok banget sih gue. Ga bisa mencapai target. Payah! payah! payah!”. Nah, self talk itu kan mempengaruhi pikiran alam bawah sadar kita dan membuat pekerjaan kita semakin buruk.

Jadi intinya, para pakar bilang, kita harus segera SURVIVE dan mengubah kekhawatiran akan hidup (Quarter Life Crisis tadi) menjadi sesuatu yang positif.

Nah, sekarang bagaimana kamu, wahai geng cherrybele? Apakah kamu juga sedang mengalami fase Quarter Life Crisis? Kalau iya, mari kita bersama-sama berjuang melewatinya. \^o^/

“Self suggestion makes you master of yourself”

-W. Clement Stone-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s