Melepas Letih (1)

Anda yakin, ia siap dilucuti? | Ya, dia siap | Sudah siap segala konsekuensinya? | Ya | Ingat, dia bisa langsung jatuh sakit | Tak apa. Asal dia bebas. Asal dia merdeka |

Doa yang panjang bergaung di seluruh ruangan. Lima detik kemudian, terdengar hela nafas dan rintihan. Akhirnya, dia terbebas dari penjara. Dia kembali menjadi manusia yang utuh.

Satu hari lalu

“Kamu percaya hal gaib?” tanyaku
“Hmmm..tidak. Aku percaya Tuhan”
“Iya, tetapi apa kamu percaya kalau di dunia ini ada kekuatan lain. Kekuatan yang mencoba menandingi Tuhan. Kekuatan yang jahat. Yang bahkan tidak bisa kamu kendalikan”
“Hmmm..”

Ah, lagi-lagi kamu hanya bergumam. Memang sulit meyakinkan hal-hal berbau klenik kepada orang berpendidikan tinggi sepertimu. Namun, aku tahu kamu tengah penasaran. Sebagai orang Jawa asli, kamu pasti mengerti, beberapa orang Jawa kuno punya Pegangan. Seiring dengan perputaran waktu, sebagian orang rela melepasnya, namun sebagian lagi tidak. Termasuk ibuku.

“Kita akan pergi menemui Romo Frans. Ia akan memediasi ibu dengan pegangannya. Ia juga akan memediasi aku untuk mengaku dosa di hadapan Gusti Allah”

Lagi-lagi kamu hanya diam, seolah di dunia ini hanya ada kamu dan pikiranmu sendiri. Namun dari sorot matamu, aku tahu kalau kamu sedang menilai kebenaran yang ganjil ini.

Lalu, tak jauh dari lokasi kita bertelepati, ibu menjerit histeris…

*bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s