Pencarian (2) : Mey de Sales

Saya jatuh cinta. Pada seorang gadis 18 tahun suku flores bernama Mey de sales. Kami bertemu di Susteran Abdi Kristus, Ungaran, Jawa Tengah. Saya dan kakak menginap di susteran selama 4 hari, dan rasa sayang saya kepada Mey bahkan tumbuh sejak pertama kali kami berbincang dengannya.

Image
Mey de sales


Mey merantau ke Pulau Jawa sejak umur 10 tahun. Ia berpisah dari keluarganya yang kini memilih menetap di Kalimantan. Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, Mey mendapat beasiswa dari Susteran. Hingga SMA, Mey bersekolah dengan biaya dari kongregasi biarawati.

Sebagai imbal jasa atas kebaikan para suster, Mey bekerja sementara di rumah retreat susteran AK, tempat yang kami tinggali selama 4 hari itu. Di sana, Mey membantu urusan rumah tangga, seperti membantu memasak, beres-beres wisma, dan menemani suster berbelanja.

Mey anak yang aktif dan cerdas. Tapiiii… dia termasuk “Tipe ABG jaman sekarang” yang kalau sms harus pakai huruf gede-kecil dan disingkat-singkat. Belum lagi bahasanya yang agak gimanaaa gitu.

Pokoknya yang ngomong sama Mey, pasti bakal berasa sangat tua, berasa hidup di jaman berbeda. Soalnya, Mey sering pakai bahasa gahool, seperti, “Sabrina lah ya (artinya: sabar dong)” atau “Masyarakaaaattt!! (artinya semacam: Astagaa Tuhannn)”. Dia pernah sms gini: “Kak CBB yAwh” Apa pula itu cbb. Pas ditanya, ternyata artinya “Corry Baru Bales”. OH MY GOD !!! Dia juga pendiri Grup Facebook “No Man No Cry”, kelompok para gadis yang diduakan kekasihnya. ( –“)

E tapi terlepas dari itu semua, saya seneng ngobrol sama dia, soalnya dia bisa bikin ketawa terus. Tipikal orang yang ceria, nggak moody-an, dan polos, apa adanya. Sikapnya yang jujur. Itu yang saya suka dari Mey. Dia punya pemikiran yang sederhana tetapi cukup dewasa untuk anak seusianya yang hidup jauh dari orangtua.

1056965_10201577642502027_1309219489_n

Setelah letih bekerja membereskan wisma, kami biasa duduk di ruang keluarga sambil menonton serial drama silat “Kian Santang” di MNC TV. Yaowoh, keracunan sinetron gara-gara dia. Mey kadang suka nyeletuk hal-hal ajaib kayak gini:

“Kak, ngapain sih mikirin mantan. Delete pacar lama, download pacar baru lahhh”

Eh buset nih anak ngajarin orang tua lagi. Kadang dia juga kurangajar juga sih. Misalnya ngomong: “Kak, kau jurnalis ‘tah? Tapi gak ada tampang kaya jurnalis. Kaya anak SMA saja kelakuanmu. Liput berita apa sih jurnalis macam kamu ini? Berita semut mati?” Lalu dia ketawa kayak orang gila.

Terus dia minjem blackberry saya, mau foto-foto katanya. Eh ya ampun, itu galeri foto saya isinya jadi foto dia semua. Saya cuman bisa elus-elus dada sih. Yaudahlah namanya aja bocah. *soktua* ehehe.

Image

Tetapi di balik semua grasak-grusuknya, Mey menyimpan ribuan impian. Dia ingin kuliah lagi dan menjadi orang sukses kelak. Orangtuanya ingin Mey kuliah hukum, agar bisa kerja di Kalimantan dan tidak tinggal terpisah lagi. Entah apa relevansinya dengan kuliah hukum.

“Mama tak mau biayai kalau aku tidak kuliah hukum”

Sementara Mey bercita-cita mengambil kuliah sastra indonesia. Alasannya: “Karena kan aku orang Indonesia, kak”.  Uhmm..okayy (” .__.)7

Lalu, karena bakatnya adalah bicara tiada henti, kami menyarankan Mey untuk mengambil kuliah jurusan Komunikasi seperti PR atau broadcasting. Pasti menyenangkan buat dia. Dia pun setuju. Lalu, kami membicarakan langkah selanjutnya, yakni mencari beasiswa.

Hari terakhir kami berada di susteran, Mey memilih tidur bersama kami. Kami membelikannya sebuah baju sebagai kenang-kenangan. Lalu, saat kami berpamitan untuk pulang, saya langsung merasa akan sangat merindukan Mey. Mey memberi kami masing-masing sebuah gantungan kunci, sebagai tanda kenangan.

Saya memeluknya erat. Mata kami sama-sama berkaca-kaca. Namun, saya merasa, perpisahan ini hanya sementara. Saya telah jatuh hati padanya. Dan saya ingin terus menjadi sahabatnya, bahkan menjadi saudaranya.

Semoga saja, Tuhan mendengar doa Mey dan melancarkan jalannya menjadi sarjana. Semoga saja kami dipertemukan kembali. Dan semoga saja, Tuhan terus membiarkan kami jatuh hati seperti ini.

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s