Belajar Berinvestasi dari Giring Nidji

Ada wajah tampan di gelaran Investor Summit 2013 di Surabaya: Giring Nidji. Hehehe

Mengenakan jas dan celana bahan abu-abu, Giring menjadi pembicara yang sangat cool, mendinginkan hati para investor dan calon investor di hajatan tahunan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu. Sebagai peliput berita, saya ikut terbuai mendengarkan sharing Giring tentang berinvestasi.

Pria berambut ikal yang memiliki nama lengkap Giring Ganesha ini berikhtiar agar kehidupan keluarganya tetap bahagia dalam jangka panjang. Caranya adalah dengan berinvestasi.

Seperti kebanyakan kelas menengah di Indonesia, pola hidup Giring cukup konsumtif. Setiap ada dana, ia belanjakan terus. Ia pun jadi tak menabung. Lalu, sang ibu mengingatkannya akan bahaya inflasi. Wah, pola ini mirip sekali dengan pola hidup saya yang masih kebanyakan main dan nongkrong di mol. Hehehe

Image

Nah, di situ Giring menyadari kenaikan harga barang atau inflasi makin mengerikan dari tahun ke tahun. Karena itulah sejak muda, ia memulai berinvestasi di instrumen reksadana.

“Inflasi itu mengerikan. Harga rumah mahal, resepsi pernikahan mahal, biaya sekolah yang bagus mahal,” kata dia.

Giring memahami betul tiap investasi memiliki resiko. Semakin besar return atau keuntungan yang diperoleh, akan semakin besar pula resikonya. Makanya, ayah dua anak ini mengawalinya dengan memupuk pengetahuan tentang berinvestasi.

“Saya beli semua majalah investasi. Setiap hari saya belajar bagaimana memulai investasi, dan menemukan instrumen yang tepat untuk profil resiko saya,” katanya.

Ia pun menyimpulkan, dirinya merupakan tipe investor yang agresif dengan tujuan investasi jangka panjang. Alasan itu membuat Giring percaya diri berinvestasi di saham.

Karena punya prospek jangka panjang, ia memilih saham-saham yang fundamentalnya bagus. Giring pernah menjajal sebagai trader. Namun nyatanya seorang trader membutuhkan waktu yang banyak. Sebagai vokalis grup papan atas yang sibuk, Giring tentu merasa kesulitan melakukan trading saham.

“Saya mau naik ke atas panggung, harus liatin harga saham dulu, lama-lama pusing juga, hehehe,” katanya sambil tertawa. Menurutnya, kunci dalam menentukan saham yang bagus sederhana saja, yakni dari bisnis model perusahaannya dan siapa manajemennya.

Letih melakukan trading, Giring mengalihkan portofolionya ke saham-saham yang berfundamental bagus. “Setelah beli, cuekin aja. Saya berpikir jangka panjang. Saya nggak suka goreng-goreng saham,” katanya.

Dia bilang, sudah saatnya orang Indonesia percaya pada pasar modal. Betul juga sih. Sekarang saja, investor asing banyak yang gemar berinvestasi di Indonesia karena prospeknya bagus. Kalau orang asing percaya, masak kita nggak percaya pasar sendiri?

Selain menggenggam saham berfundamental baik, Giring juga masih menempatkan asetnya di instrumen reksadana. Reksadana ini dipersiapkan untuk kebutuhan sekolah kedua anaknya.

Dia mencontohkan, anak pertamanya, Zidan, akan masuk SMP sekitar 6 tahun lagi. Maka, portofolio yang tepat adalah reksadana pendapatan tetap. Lalu, dalam waktu 9-12 tahun, putranya itu akan mengenyam bangku SMA dan Kuliah. Untuk kebutuhan itu, asetnya diletakkan di reksdana saham.

Untuk anak keduanya, Aisyah yang akan masuk TK pada 2-4 tahun mendatang, Giring memilih reksadana pasar uang untuk membiayainya. “Istri saya juga berinvestasi dan memilih emas sebagai instrumen yang likuid,” katanya.

Untuk jangka yang lebih panjang lagi, Giring berinvestasi di properti. Dia berikhtiar membeli tiap rumah untuk setiap anaknya. Dengan berbagai pengelolaan aset itu, Giring ingin pensiun sedini mungkin di umur 50 tahun dan bisa menyekolahkan anaknya ke luar negeri.

Demi mempertahankan karir bisnisnya, Giring pun berbisnis sendiri dengan membuka portal fans club online pertama di Indonesia, kincir.com. Dia berharap, dengan berinvestasi sedini mungkin ia dapat menjamin kebahagiaan keluarganya di masa depan.

Akh, pengalaman berinvestasi mas Giring Nidji sahabat aku ini sangat inspiratif. Dari situ bisa disimpulkan, jangan bangga punya uang banyak. Uang yang banyak lama-lama bisa habis dimakan inflasi. Sebagai kelas menengah yang “masih rentan miskin”, saya jadi tertarik mengikuti cara mas Giring. Semoga saja, saya bisa menghentikan pola hidup konsumtif dan lebih giat berinvestasi.

Gimana rek, tertarik berinvestasi seperti mas Giring?

Why do we invest? To secure our happiness in the future

Giring ‘Nidji’ Ganesha

(Sayang banget kita gak poto bareng, mas #gagalfokus)

*narita indrastiti, reporting for @KontanNews (Foto: kompas image/kontan)

2 thoughts on “Belajar Berinvestasi dari Giring Nidji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s