rindu

Aku merindumu bagai pengap mendamba udara…
udara yang dibawa peri-peri mungil dari kaki gunung…
udara yang mengaburkan nestapa, yang melepaskan diri dari duka.

Sambutlah rinduku.
Datanglah lekas dan diam-diam,
seperti semilir angin yang tetiba merobek batas ruang kedap.

Membebaskan.

 

Tangerang, 21 Juli 2014

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s