seirama

WP_20150628_012Kemarin, kau tantang aku pergi ke gunung-gunung
Kau biarkan aku bercengkrama dengan bunga-bunga, dengan mata air, dengan kabut dan awan-awan
Kunikmati mereka dengan rakus; kuhirup harum udaranya hingga menggigil; sampai langkah harus tertahan sebab lelah.
Tak perlu tergesa, tak perlu berlari, karena ini bukan lomba, katamu.
Gunung akan menunggu, ia setia; tidak ke mana.

*

Kemarin, kau tantang aku pergi ke gunung-gunung
Kau biarkan aku bercengkrama dengan perasaan, harapan dan juga kerinduan
Sampai tibanya aku haus jawaban; mengapa kita begitu banyak perbedaan?
Lalu seperti angin, kau berbisik lembut di telinga;
Tak apa kita berbeda, selagi tetap seirama: ingin bersama
bukankah itu yang disebut keindahan warna?

~Senja di desa Ranupani, Juni 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s